Sabtu, 29 Desember 2012

Lambang Farmasi

 


Dari lambang Farmasi diatas terdapat ular dan cawan. Lambang ular yang berarti "racun" ( berbisa) dan cawan yang berarti obat-obatan sebagai penangkal dari racun tersebut.

Ramuan Untuk Hepatitis A


Hepatitis A, atau yang secara awam kita kenal sebagai "Sakit Kuning", adalah salah satu bentuk penyakit berupa infeksi pada hati. Namun Hepatitis A merupakan penyakit gangguan hati yang ringan, dibandingkan dengan klan setelah-nya, seperti Hepatitis B, C dan seterusnya.

Jika seseorang menderita hepatitis A, tentunya yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan. Walaupun penyakit ini cenderung ringan, namun bukan berarti penyakit ini tidak perlu diobati. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Saat masa penyembuhan dan pemulihan, tentunya pasien tidak boleh beraktivitas berat terlebih dahulu. Bed rest (beristirahat di tempat tidur) sangat dianjurkan untuk membantu memulihkan tenaga. Untuk makanan, sejauh ini tidak ada yang musti dihindari, tetapi jenis-jenis makanan/minuman tertentu seperti kopi, teh, dan alkohol, sebaiknya dihindari, karena kopi dan teh yang mengandung kafein dan juga alkohol secara kimia dimasukkan dalam kategori 'obat' yang akan mengalami proses detoksifikasi di hati (fungsi hati adalah menetralisir racun). Berhubung organ tersebut sedang mengalami gangguan, jadi alangkah baiknya jika tidak membebaninya dengan 'pekerjaan berat'.

Obat-obatan tradisional yang sudah terkenal dapat membantu mengobati gangguan pada hati adalah temulawak. Saat ini temulawak sudah banyak diproses menjadi bentuk sediaan yang lebih mudah dikonsumsi oleh konsumen, walaupun sebaiknya pilih bentuk sediaan yang tidak mengandung zat kimia tambahan (pengawet, perasa, pewarna). Lebih baik lagi jika Anda bersedia mengolah sendiri rimpang temulawak dengan cara mengirisnya tipis-tipis setelah dibersihkan, lalu direbus dengan air. Rebusan inilah yang nanti diminum, bisa ditambahkan madu untuk memperbaiki rasa.

Pentingnya Konsumsi Vitamin E


29Desember 2012

Selama ini kita hanya mengenal kegunaan Vitamin E sebagai anti oksidan, vitamin kecantikan dan kesuburan. Padahal kira-kira lima dekade yang lalu, dua dokter dari Kanada telah menemukan bahwa suplemen Vitamin E alami dapat membantu mengatasi penyakit jantung. Saat ini, bahkan ternyata bukan hanya penyakit jantung saja, tapi juga penyakit-penyakit lain seperti kanker dan Alzheimer disarankan untuk mengkonsumsi antioksidan “ajaib” ini setiap harinya. Apa saja sih sebenarnya keuntungan mengkonsumsi vitamin E secara rutin?
Mencegah Pembengkakan di Pembuluh Darah

Suatu studi di Inggris terhadap 2.000 orang pasien yang didiagnosa memiliki penyakit jantung, telah menemukan bahwa konsumsi 400 IU atau 800 IU vitamin E alami perhari selama 18 bulan mampu mengurangi insiden serangan jantung sampai dengan 77%! Setelah diteliti, ternyata vitamin E bukan hanya bekerja sebagai antioksidan saja, namun juga memiliki daya anti-inflamasi (anti pembengkakan). Saat ini para ahli sains memang telah mengklasifikasikan penyakit jantung sebagai suatu kondisi inflamasi (adanya pembengkakan di pembuluh-pembuluh darah di jantung).

Inflamasi adalah hasil dari respon system imun apabila terjadi infeksi pada tubuh. Jika ada infeksi, system imun akan mengkoordinir sel-sel darah putih untuk “berkumpul” dan menyerang infeksi tersebut. Pada kasus gangguan jantung, yang dianggap sebagai “infeksi” adalah LDL, yang kita kenal sebagai kolesterol jahat. Sebetulnya LDL berfungsi untuk menyalurkan nutrisi-nutrisi larut lemak seperti vitamin E dan beta karoten ke seluruh tubuh. Namun apabila tubuh kekurangan antioksidan, LDL akan ditimbuni oleh radikal-radikal bebas, akibatnya LDL-nya juga bersifat radikal bebas. Dan LDL+radikal bebas inilah yang “dibaca” system imun sebagai infeksi, dan kemudian diserang oleh sel-sel darah putih, dan reaksi imun-lah yang menyebabkan LDL yang telah diserang oleh sel-sel darah putih tersebut kemudian ditumpuk di dinding-dinding arteri.

Sejauh ini memang tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi teh tidak baik untuk kesehatan. Memang ada penelitian yang menyebutkan bahwa teh mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan. Ini berarti, orang yang beresiko menderita anemia harus menghindari minum teh sekitar jam makan.

Salah satu zat pencetus inflamasi dalam tubuh adalah CRP atau C-Reactive-Protein yang membantu menjaga respon imun. Tingginya kadar CRP dalam darah dapat menjadi indikasi adanya inflamasi serius dalam tubuh. Para peneliti di Harvard Medical School bahkan menemukan bahwa CRP adalah penanda terkuat – dibandingkan dengan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah – untuk memberi petunjuk bahwa tubuh mengalami gangguan jantung.

Penelitian di University of Otago, New Zealand, menunjukkan bahwa pasien yang mengkonsumsi vitamin E alamiah 800 IU perhari dapat menurunkan kadar CRP darah sampai dengan 50%. Sehingga dari penelitian-penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, selain vitamin E dapat menjadi antioksidan untuk mencegah LDL memiliki sifat radikal bebas, juga dapat mencegah terjadinya penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah yang dapat memicu terjadinya gangguan jantung.


Meringankan Rheumatoid Arthritis


Keuntungan lain dari sifat vitamin E sebagai anti-inflamasi adalah efeknya pada penyakit Rheumatoid Arthritis (RA). RA di Indonesia biasa dikenal dengan demam rematik. RA adalah suatu penyakit auto-imun, yaitu system imun mengenali suatu zat yang sebetulnya ada di dalam tubuh sebagai zat asing, dan kemudian menyerangnya lewat reaksi imun. Manifestasinya adalah pembengkakan terutama di persendian. Para dokter dari Mesir menguji para pasiennya dengan membagi mereka menjadi 3 kelompok dengan pengobatan berbeda, yang pertama dengan obat anti-arthritis, kedua gabungan obat anti arthritis dengan antioksidan suplemen dosis rendah, dan yang ketiga gabungan obat anti arthritis dengan vitamin E 600 IU tiga kali sehari. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan pengobatan konvensional (obat saja) tidak menunjukkan perkembangan yang berarti, sedangkan kelompok yang menggunakan kombinasi obat dengan antioksidan (kelompok dua dan tiga) menunjukkan penurunan gejala yang signifikan setelah sebulan pengobatan.


Anti Alergi


Vitamin E juga bisa membantu alergi respiratori, yaitu alergi yang memiliki manifestasi ke system pernapasan seperti napas sesak atau asma. Riset yang dilakukan oleh University of Nottingham menunjukkan bahwa adanya hubungan antara penurunan kadar immunoglobulin E (IgE) dalam darah yang menjadi senyawa penanda dalam reaksi alergi dengan konsumsi Vitamin E dosis tinggi.


Asma pada Anak-anak


Suatu studi di UK menyarankan bahwa konsumsi Vitamin E pada saat kehamilan dapat mengurangi risiko asma pada bayi. Suatu studi menemukan bahwa riwayat kesehatan keluarga (adanya keturunan asma/tidak) dan orang tua yang merokok adalah dua faktor yang meningkatkan resiko anak terserang asma, dan tingginya konsumsi vitamin E dapat menurunkan resiko tersebut. Hubungan vitamin E dengan rendahnya resiko asma mengindikasikan bahwa asupan makanan pada ibu hamil dapat mempengaruhi system imun sang bayi.


Pilih yang Natural


Apabila Anda ingin mengkonsumsi vitamin E, usahakan untuk memilih vitamin E dalam bentuk alamiah, yaitu d-alpha-tocopherol, karena bentuk ini memiliki efektivitas daya serap tubuh dua kali dibanding dengan bentuk sintetiknya (ditulis dengan awalan 'dl'). Dosis efektif minimum dari vitamin E adalah 200 IU perhari, dan dosis 400 IU sampai 800 IU akan lebih efektif lagi, tapi lebih dari itu Anda harus berkonsultasi dulu ke dokter. Untuk hasil yang lebih maksimal, banyak-banyaklah mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, wheat germ dan beras tumbuk kasar.

Manfaat Mahkota Dewa Untuk Kesembuhan Berbagai Macam Penyakit

Nama Mahkota dewa sudah tidak asing lagi di telinga kita. Salah satu tanaman herbal ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Mulai dari penyakit ringan seperti flu, gatal-gatal, alergi dan penyakit berat seperti kanker, diabetes, hepatitis dan asam urat. Buah yang berasal dari Irian Jaya, Papua ini umumnya ditanam di kebun atau di halaman rumah sebagai penyejuk.
Kecuali bijinya, buah mahkota dewa bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Ekstrak buahnya memiliki khasiat antialergi dan antihistamin. Bersifat sitotoksik dan hapatoprotektif terhadap sel kanker. Bisa juga untuk menurunkan kadar gula darah, antioksidan dan menurunkan kadar asam urat. Senyawa organic berupa alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi dan menetralisir racun-racun di dalam tubuh.
Memiliki zat bernama saponin yang bersifat antibakteri dan antivirus. Mahkota dewa juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan dan mengurangi penggumpalan darah. Zat flavonoid yang terdapat didalamnya berfungsi mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Sementara polifenol berfungsi sebagai antihistamin.
Mengolah mahkota dewa menjadi sebuah ramuan untuk kesehatan tidak sulit. Jika sulit mengolahnya, tentu Anda tidak bisa merasakan manfaat mahkota dewa bukan? Berikut ini ada beberapa resep racikan mahkota dewa yang bisa Anda praktekkan di rumah
Diabetes Mellitus
Cara membuat: ambil 5-6 buah mahkota dewa, iris-iris tipis dan cuci bersih. Rebuslah irisan buah mahkota tadi dengan 5 air gelas. Rebus hingga tersisa menjadi 3 gelas. Setelah matang, saring air rebusan mahkota dewa dan minum 3 x sehari (sekali minum 1 gelas).
Hepatitis
Cara membuatnya: Ambil 5 gram buah mahkota yang sudah dikeringkan dengan 15 gr pegagan, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr daun dewa. Semua bahan dicuci dan dicampur menjadi satu.  Rebus semua bahan dengan 5 gelas air dan rebus hingga tersisa3 gelas. Saring air rebusan tadi dan minumlah 3 x sehari (sekali minum 1 gelas).
Rematik dan Asam Urat
Cara membuatnya: Campurkan 5 gr buah mahkota dewa dengan 15 gr akar sidaguri, 10 gr sambiloto kering. Setelah itu cuci bersih. Rebus dengan air sebanyak 5 gelas dan sisakan sebanyak 3 gelas. Minumlah 3 x sehari 1 jam sebelum makan (sekali minum 1 gelas).
Kanker dan Tumor
Cara membuatnya: Campurkan 5 gr buah mahkota dewa kering dengan 15 gr temu putih, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr ceker ayam kering. Semua bahan dicuci bersih lalu direbus dengan 5 gelas air, rebus hingga tersisa 3 gelas. Setelah matang, saring air rebusan tadi dan minumlah ramuan tersebut 3 x sehari (sekali minum 1 gelas).

Basmi Kanker dengan Daun Sirsak


Khasiat daun sirsak sebagai pembasmi sel-sel kanker yang bersarang di tubuh manusia sudah tidak diragukan lagi. Khasiat daun sirsak sebagai pembasmi kanker sudah dikenal sejak dahulu. Sebuah penelitian menyebutkan daun sirsak bisa membasmi kanker 10.000 kali lipat dari kemoterapi.
Hebat bukan? Karena daun sirsak memiliki zat bernama Acetogenins Annonaceous yang berkhasiat untuk membasmi tumor dan berbagai jenis sel kanker seperti kanker usus, kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker pankreas tanpa membahayakan sel-sel tubuh yang sehat. Acetogenins Annonaceous ini diprosuksi di bagian daun, kulit kayu dan biji sirsak.
Selain sebagai anti tumor dan kanker, kandungan Acetogenins juga bisa menjadi antiparasit, antimikroba dan insektisida. Sebuah penelitian menyebutkan Acetogenins bisa menjadi penghambat yang luar biasa dari proses enziem yang ditemukan dalam membrane sel tumor dan kanker. Itulah sebabnya, Acetogenins merupakan racun yang mematikan bagi sel-sel kanker dan tumor. Tidak hanya itu, daun sirsak juga bisa dijadikan obat pencegah kanker.
Membasmi kanker dengan daun sirsak tentu jauh lebih efektif karena memiliki efek samping yang ringan dibanding dengan pengobatan kemoterapi. Dari sisi dana, pengobatan menggunakan daun sirsak lebih hemat. Bagi Anda yang memiliki penyakit kanker, cobalah resep obat dari alam ini untuk membasmi sel-sel kanker Anda. Caranya adalah:
1.       20 lembar daun sirsak dicuci bersih
2.       Masak dengan air sebanyak 5 gelas hingga tersisa 3 gelas
3.       Minumlah air rebusan daun sirsak tadi sebanyak 3x1 secara rutin sampai kanker Anda sembuh.
Selain bisa membasimi sel kanker, daun sirsak juga memiliki khasiat lain seperti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mampu mencegah radikal bebas, menambah stamina dan energi bagi tubuh.
Daun sirsak juga dapat digunakan untuk menurunkan asam urat, rematik, gangguan pada air seni, sakit pinggang, eksim, liver dan anyang-anyangan.

Manfaat Jahe Untuk Kesehatan


Jahe adalah salah satu tanaman herbal yang paling sering digunakan untuk menghilangkan beberapa penyakit ringan seperti batuk dan flu. Tapi tidak hanya itu, seorang ahli ramuan dari India, Dr Jaishree Bhattacharjee akan mengemukakan beberapa tips dan metode untuk memaksimalkan pemanfaatan jahe bagi kesehatan. Anda perlu membaca selengkapnya untuk membuat ramuan jahe yang nomero uno.
Mengapa Jahe Penting: Dr Jaishree Bhattacharjee mengatakan jahe sangat bagus untuk pernafasan karena jahe mengandung kalsium, fosfor, zat besi, magnesium dan tembaga.
Memakan Jahe sebagai Hidangan Pembuka: Saat jahe dikonsumsi sebelum makan, jahe bisa meningkatkan nafsu makan oleh penyalaan jatharagni (api pencernaan) karena potensi panas. Hal ini juga bisa meningkatkan pencernaan akibat rasa pedas dan meredakan ama (racun gangguan pencernaan) dari tubuh.
Selain bisa melawan rasa dingin, jahe juga bisa digunaan untuk mengobati gejala batuk. Jahe akan membantu Anda menghentikan ingus dan membantu menyembuhkan sakit kepaa dan demam yang biasa terjadi saat flu. Jahe ini bisa Anda rajik bersamaan dengan teh atau sebagai rebusan yang direbus dengan kemangi dan madu.
Jahe berguna untuk Anda sebelum bepergian. Jahe mengatur enziem pencernaan dan meningkatkan asimilasi dan transportasi nutrisi ke jaringan tubuh. Bila Anda mengunyah permen jahe sebelum perjalanan itu akan membantu memerangi penyakit yang mengganggu gerakan tubuh saat perjalanan.
Tahukah Anda bahwa jahe bisa digunakan untuk nyeri sendi? Jahe memiliki sifat analgesic dan anti inflamasi yang digunakan terapi untuk Anda yang mengalami nyeri sendi dan peradangan pada arthritis. Selain itu jahe merupakan bumbu yang sangat enak untuk digunakan pada masakan sehari-hari Anda.
Jahe bisa membantu menghilangkan bau amis, membantu menghaluskan kulit jika Anda menjadikan jahe perut sebagai scrub dan mengurangi rasa nyeri pada bahu. Begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari jahe. Jahe bisa dijadikan pengobatan di rumah melengkapi perawatan medis.

Sejarah Kefarmasian Di Indonesia

       Farmasi sebagai profesi di Indonesia sebenarnya relatif masih muda dan baru dapat berkembang secara berarti setelah masa kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, baik pada masa pemerintahan Hindia Belanda maupun masa pendudukan Jepang, kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya sangat lambat, dan profesi ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Sampai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia pada umumnya masih terdiri dari asisten apoteker dengan jumlah yang sangat sedikit.

      Tenaga apoteker pada masa penjajahan umumnya berasal dari Denmark, Austria, Jerman dan Belanda. Namun, semasa perang kemerdekaan, kefarmasian di Indonesia mencatat sejarah yang sangat berarti, yakni dengan didirikannya Perguruan Tinggi Farmasi di Klaten pada tahun 1946 dan di Bandung tahun 1947. Lembaga Pendidikan Tinggi Farmasi yang didirikan pada masa perang kemerdekaan ini mempunyai andil yang besar bagi perkembangan sejarah kefarmasian pada masa-masa selanjutnya.Dewasa ini kefamasian di Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam dimensi yang cukup luas dan mantap. Industri farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang cukup luas dan mantap. Industri farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang cukup modern telah mampu memproduksi obat dalam jumlah yang besar dengan jaringan distribusi yang cukup luas. Sebagian besar, sekitar 90% kebutuhan obat nasional telah dapat dipenuhi oleh industri farmasi dalam negeri.

     Demikian pula peranan profesi farmasi pelayanan kesehatan juga semakin berkembang dan sejajar dengan profesi-profesi kesehatan lainnya  Selintas Sejarah Kefarmasian Indonesia.

1. Periode Zaman Penjajahan sampai Perang Kemerdekaaan

Tonggak sejarah kefarmasian di Indonesia pada umumnya diawali dengan pendidikan asisten apoteker
semasa pemerintahan Hindia Belanda.

2. Periode Setelah Perang Kemerdekaan Sampai dengan Tahun 1958
Pada periode ini jumlah tenaga farmasi, terutama tenaga asisten apoteker mulai bertambah jumlah yang relatif lebih besar. Pada tahun 1950 di Jakarta dibuka sekolah asisten apoteker Negeri (Republik) yang pertama , dengan jangka waktu pendidikan selama dua tahun. Lulusan angkatan pertama sekolah asisten apoteker ini tercatat sekitar 30 orang, sementara itu jumlah apoteker juga mengalami peningkatan, baik yang berasal dari pendidikan di luar negeri maupun lulusan dari dalam negeri.

3. Periode Tahun 1958 sampai dengan 1967
Pada periode ini meskipun untuk memproduksi obat telah banyak dirintis, dalam kenyataannya industri-industri farmasi menghadapi hambatan dan kesulitan yang cukup berat, antara lain kekurangan devisa dan terjadinya sistem penjatahan bahan baku obat sehingga industri yang dapat bertahan hanyalah industri yang memperoleh bagian jatah atau mereka yang mempunyai relasi dengan luar negeri. Pada periode ini, terutama antara tahun 1960 – 1965, karena kesulitan devisa dan keadaan ekonomi yang suram, industri farmasi dalam negeri hanya dapat berproduksi sekitar 30% dari kapasitas produksinya. Oleh karena itu, penyediaan obat menjadi sangat terbatas dan sebagian besar berasal dari impor. Sementara itu karena pengawasan belum dapat dilakukan dengan baik banyak terjadi kasus bahan baku maupun obat jadi yang tidak memenuhi persyaratan standar.Sekitar tahun 1960-1965, beberapa peraturan perundang-undangan yang penting dan berkaitan dengan kefarmasian yang dikeluarkan oleh pemerintah antara lain :
(1) Undang-undang Nomor 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan
(2) Undang-undang Nomor 10 tahun 1961 tentang barang
(3) Undang-undang Nomor 7 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan, dan
(4) Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1965 tentang Apotek. Pada periode ini pula ada hal penting yang patut dicatat dalam sejarah kefarmasian di Indonesia, yakni berakhirnya apotek dokter dan apotek darurat.


Dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 33148/Kab/176 tanggal 8 Juni 1962, antara lain ditetapkan :
(1) Tidak dikeluarkan lagi izin baru untuk pembukaan apotek-dokter, dan
(2) Semua izin apotek-dokter dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Januari 1963.


Sedangkan berakhirnya apotek darurat ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 770/Ph/63/b tanggal 29 Oktober 1963 yang isinya antara lain :
(1) Tidak dikeluarkan lagi izin baru untuk pembukaan apotek darurat,
(2) Semua izin apotek darurat Ibukota Daerah Tingkat I dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1
Pebruari 1964, dan
(3) Semua izin apotek darirat di ibukota Daerah Tingkat II dan kota-kota lainnya
dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Mei 1964.Pada tahun 1963, sebagai
realisasi Undang-undang Pokok Kesehatan telah dibentuk Lembaga Farmasi Nasional
(Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 39521/Kab/199 tanggal 11 Juli 1963).